Terbaring Kaku di Balik Jeruji, Warga Binaan Rutan Kendari Ditemukan Tak Bernyawa Saat Aplos Pagi

Berita97 Dilihat

KENDARI, kompassultra.com – Suasana Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Kendari mendadak berubah mencekam pada Selasa pagi (2/6/2026). Seorang warga binaan pemasyarakatan (WBP) berinisial A (26) ditemukan meninggal dunia di dalam kamar tahanannya saat petugas melakukan pengecekan rutin pergantian shift penjagaan.

Korban yang merupakan terpidana kasus penganiayaan dan sedang menjalani hukuman enam bulan penjara itu ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di Kamar 4 Blok B sekitar pukul 06.40 WITA.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh kepala kamar berinisial H (37) yang terbangun saat proses aplos atau pergantian petugas jaga berlangsung. Saat itu, ia berusaha membangunkan korban seperti biasa, namun tidak mendapat respons sedikit pun.

Menyadari ada yang tidak beres, H segera melaporkan kondisi tersebut kepada petugas jaga yang tengah melakukan pengecekan blok tahanan.

Kapolresta Kendari melalui Kasatreskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Awalnya saksi H bangun karena aplos, kemudian membangunkan korban. Dikarenakan korban tidak merespon, saksi langsung melaporkan hal tersebut kepada petugas jaga yang sedang melakukan pengecekan,” ungkap AKP Welliwanto Malau.

Petugas jaga, Andi Alfian (24), yang menerima laporan langsung menuju kamar tahanan untuk memastikan kondisi korban. Saat diperiksa, A sudah tidak bernapas dan tubuhnya mulai menunjukkan tanda-tanda kekakuan.

Situasi darurat itu segera memicu respons cepat petugas. Ambulans Rutan bersama staf klinik langsung disiagakan untuk mengevakuasi korban menuju Rumah Sakit Bhayangkara Kendari.

Dari hasil pemeriksaan awal dan keterangan sejumlah penghuni kamar, korban diketahui sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya beberapa hari sebelum ditemukan meninggal dunia.

“Korban sempat mengeluh mengalami demam selama dua hari sebelum meninggal dunia,” tambah Kasatreskrim.

Saat tim identifikasi kepolisian tiba di lokasi, jenazah telah lebih dahulu dievakuasi ke rumah sakit untuk penanganan medis lanjutan. Hingga kini, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil autopsi.

Jenazah saat ini masih berada di RS Bhayangkara Kendari dan menjalani proses autopsi yang dipimpin oleh dr. Raja Al Fathir Widya Iswara, MH., Sp.FM., MHPE.

Pihak kepolisian bersama petugas Rutan masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kematian warga binaan asal Desa Uepai, Kabupaten Konawe tersebut.

Kematian mendadak seorang narapidana di balik tembok penjara ini pun menyisakan tanda tanya. Hasil autopsi diharapkan dapat mengungkap secara terang apa yang sebenarnya terjadi pada pagi nahas tersebut.

 

Laporan: jems

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *