Gubernur ASR dan Menaker RI Bahas Masa Depan SDM Sultra di Kampus UMK

Berita, Pendidikan41 Dilihat

Gubernur ASR dan Menaker RI Bahas Masa Depan SDM Sultra di Kampus UMK

KENDARI, Kompassultra.com – Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menyambut kedatangan Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, di Bandara Halu Oleo, Kendari, Rabu (5/8/2026). Kunjungan kerja tersebut dilakukan dalam rangka memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK).

Usai penyambutan, Gubernur bersama Menteri dan rombongan langsung menuju Kampus UMK untuk menghadiri kuliah umum bertema “Peran Perguruan Tinggi dalam Menyiapkan Talenta Masa Depan.”

Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sumangerukka menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Ketenagakerjaan di Bumi Anoa. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia industri dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan masyarakat Sultra, kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak Menteri Ketenagakerjaan beserta rombongan di Bumi Anoa,” ujar Gubernur.

Ia mengungkapkan, dalam perjalanan dari bandara menuju kampus, dirinya telah berdiskusi dengan Menteri mengenai potensi daerah serta tantangan yang dihadapi Sulawesi Tenggara, khususnya dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja yang mampu mengelola kekayaan sumber daya alam secara optimal.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, menegaskan bahwa dunia kerja saat ini tengah mengalami transformasi besar akibat perkembangan teknologi, transisi menuju ekonomi hijau, serta perubahan demografi.

Menurutnya, tiga faktor tersebut akan mengubah lanskap ketenagakerjaan global dan melahirkan berbagai jenis pekerjaan baru, sekaligus menggeser sejumlah profesi yang ada saat ini.

Ia menyebut empat sektor yang diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi masa depan, yakni ekonomi digital dan kreatif, ekonomi berbasis teknologi dan kecerdasan buatan (AI), ekonomi hijau, serta ekonomi berbasis pelayanan manusia.

Yassierli juga menyoroti masih tingginya ketidaksesuaian antara lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri. Secara nasional, sekitar 33,5 persen lulusan perguruan tinggi bekerja di luar bidang keilmuannya, sementara hampir satu juta lulusan masih menganggur.

“Kampus harus semakin dekat dengan dunia industri dan pemerintah agar lulusan memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja,” tegasnya.

Sebagai solusi, Kementerian Ketenagakerjaan terus memperkuat Program Pemagangan Nasional untuk memberikan pengalaman kerja langsung kepada para lulusan dan memperkecil kesenjangan kompetensi dengan kebutuhan industri.

Dalam kesempatan tersebut, Yassierli juga menyatakan komitmennya mendukung pengembangan SDM di Sulawesi Tenggara. Ia meminta Pemerintah Provinsi Sultra menyiapkan 10.000 peserta untuk mengikuti program peningkatan kompetensi pada tahun ini melalui kerja sama dengan berbagai lembaga terkait.

Menutup kuliah umum, Menteri menegaskan bahwa peningkatan kompetensi dan penyempurnaan kurikulum perguruan tinggi menjadi kunci dalam mencetak lulusan yang siap kerja dan memiliki sertifikat kompetensi sesuai kebutuhan industri.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI, Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Rektor UMK, Ketua Badan Pembina Harian UMK, serta para pimpinan balai Kementerian Ketenagakerjaan wilayah Sulawesi Tenggara.(Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *