Aksi Malam Mahasiswa Warnai Kendari, Isu BBM dan Ekonomi Jadi Sorotan

Berita, Daerah60 Dilihat

KENDARI, Kompassultra.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Tank, Jalan Malaka, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Rabu (10/6/2026) malam.

 

Aksi yang berlangsung di salah satu titik strategis lalu lintas Kota Kendari itu sempat memicu kemacetan. Massa aksi memenuhi badan jalan sambil menyampaikan berbagai tuntutan terkait kondisi ekonomi nasional yang dinilai semakin membebani masyarakat.

 

Situasi memanas ketika sejumlah peserta aksi membakar ban bekas di tengah jalan. Kobaran api yang disertai kepulan asap hitam pekat menarik perhatian pengguna jalan dan warga sekitar. Arus kendaraan dari berbagai arah terpaksa melambat, bahkan sempat tersendat akibat aktivitas demonstrasi tersebut.

 

Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fisip UHO, Fatur, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat kecil.

 

Menurutnya, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) telah memicu efek domino terhadap berbagai kebutuhan pokok masyarakat. Kondisi itu, kata dia, semakin diperburuk oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang berdampak pada meningkatnya biaya hidup.

 

“Kami melihat masyarakat saat ini semakin tertekan. Harga kebutuhan naik, daya beli menurun, sementara pemerintah dinilai belum mampu menghadirkan solusi yang benar-benar dirasakan rakyat,” tegas Fatur dalam orasinya.

 

Mahasiswa juga menilai pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Mereka mengingatkan bahwa kebijakan yang tidak diimbangi dengan perlindungan sosial yang memadai berpotensi memperlebar kesenjangan ekonomi di tengah masyarakat.

 

Selama aksi berlangsung, aparat kepolisian tampak berjaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan memastikan demonstrasi berjalan kondusif. Meski sempat menyebabkan kemacetan akibat pembakaran ban, aksi tersebut berlangsung tanpa bentrokan.

 

Demonstrasi ini menjadi cerminan meningkatnya keresahan kalangan mahasiswa terhadap kondisi ekonomi yang dinilai semakin berat. Mereka berharap suara yang disampaikan melalui aksi jalanan dapat menjadi perhatian serius bagi pemerintah agar segera mengambil langkah nyata dalam mengendalikan harga dan menjaga stabilitas perekonomian nasional.(Jems)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *