Warga Lorong Garuda Puuwatu Keluhkan Limbah Dapur MBG, Tuding Pemerintah “Tutup Mata”

Berita86 Dilihat

Warga Lorong Garuda Puuwatu Keluhkan Limbah Dapur MBG, Tuding Pemerintah “Tutup Mata”

KENDARI, Kompassultra.com — Warga Lorong Garuda, RT 05/RW 02, Kelurahan Puuwatu, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, memprotes pengelolaan limbah cair dari Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga dialirkan ke saluran drainase umum, Selasa (18/8/2026).

Warga mengeluhkan bau menyengat yang disebut mengganggu kenyamanan dan telah berlangsung cukup lama tanpa penanganan konkret.

Salah seorang warga terdampak, Adi Saputra Jaya, mengaku kecewa terhadap respons pemerintah setempat. Menurutnya, laporan melalui pengurus RT hingga pesan WhatsApp kepada Camat Puuwatu belum mendapat tindak lanjut.

“Kami sudah melapor ke RT setempat, tetapi hanya diberi janji-janji. Bahkan kami sempat menyampaikan komplain langsung via WhatsApp ke nomor pribadi Camat Puuwatu, namun sampai hari ini tidak direspons—pesan tersebut hanya dibaca,” ujar Adi.

Menurut Adi, limbah dari dapur tersebut dialirkan melalui pipa sepanjang kurang lebih 300 meter yang ditempatkan di saluran drainase umum. Kondisi itu membuat warga mempertanyakan aspek teknis serta legalitas pengelolaan dan pembuangan limbah tersebut.

Warga juga mempertanyakan sikap aparatur pemerintah setempat yang dinilai mengetahui persoalan tersebut, namun belum memberikan solusi.

“Yang menjadi perhatian dan pertanyaan kami, diduga Camat, Lurah hingga RT sebenarnya mengetahui persoalan pembuangan limbah ini. Apa sebenarnya fungsi pemerintah? Membantu masyarakat atau membantu investor?” tegasnya.

Adi menyatakan warga siap membawa persoalan tersebut ke ranah administratif dan hukum. Ia berencana melayangkan pengaduan resmi kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari untuk meminta pemeriksaan terhadap dugaan dampak lingkungan dari aktivitas Dapur MBG.

Warga berharap DLHK dan instansi terkait segera turun ke lapangan melakukan pemeriksaan serta mengambil langkah penanganan agar bau dan dugaan pencemaran lingkungan tidak terus mengganggu masyarakat.

Hingga berita ini ditulis, media ini masih berupaya konfirmasi dari pihak pengelola Dapur MBG, Camat Puuwatu dan pihak terkait lainnya guna memperoleh keterangan resmi mengenai persoalan tersebut.

 

Laporan: jems

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *