Viral! Dua Oknum Lurah di Kendari Digerebek Warga, Diduga Pesta Miras Bersama Dua Wanita di Kantor Kelurahan

Berita75 Dilihat

KENDARI, Kompassultra.com – media sosial Kota Kendari dihebohkan dengan dugaan pesta minuman keras (Miras) yang melibatkan dua oknum lurah bersama dua wanita muda di dalam Kantor Kelurahan Poasia, Kecamatan Abeli, Jumat (12/6/2026) malam.

 

Peristiwa tersebut memicu kemarahan warga. Sejumlah masyarakat yang mengetahui dugaan aktivitas tak pantas itu langsung mendatangi kantor kelurahan dan mendapati empat orang berada di dalam gedung pemerintahan tersebut.

 

Informasi yang beredar di lokasi menyebutkan, warga yang geram sempat mengamankan para terduga pelaku. Situasi sempat memanas hingga aparat kepolisian turun tangan untuk mengendalikan keadaan.

 

Dua pejabat yang diamankan diketahui merupakan Lurah Poasia dan Lurah Talia. Keduanya berada bersama dua wanita muda di dalam kantor kelurahan saat warga melakukan penggerebekan.

 

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, polisi bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.

 

“Iya benar, Lurah Talia dan Lurah Poasia beserta dua wanita muda sudah kami amankan,” ujar AKP Welliwanto Malau saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Sabtu (13/6/2026).

 

Ia menambahkan, kedua wanita tersebut diduga merupakan perempuan yang dipesan melalui sebuah aplikasi. Namun, hingga kini polisi masih melakukan pendalaman terkait kronologi lengkap serta aktivitas yang dilakukan keempat orang tersebut di dalam kantor kelurahan.

 

Belum ada keterangan resmi mengenai adanya unsur pidana dalam kasus tersebut. Aparat masih melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pihak yang diamankan.

 

Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan aparatur pemerintahan yang seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat. Dugaan penggunaan fasilitas negara untuk kegiatan yang tidak semestinya juga menuai kecaman dari warga.

 

Sejumlah masyarakat mendesak Pemerintah Kota Kendari agar segera mengambil langkah tegas apabila terbukti terjadi pelanggaran disiplin maupun kode etik oleh aparatur sipil negara yang terlibat.

 

Hingga berita ini diturunkan, Polresta Kendari masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap para pihak yang diamankan guna mengungkap fakta sebenarnya di balik peristiwa yang viral tersebut.(Jems)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *