Buton Utara Masuk Prioritas, Pemprov Sultra Klaim Mulai Sentuh Jalan yang Lama Terlupakan

Berita88 Dilihat

KENDARI, Kompassultra.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Buton Utara yang selama ini menjadi salah satu wilayah dengan akses transportasi yang masih memerlukan perhatian serius. Jumat (5/6/2026)

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sultra, Andi Sahrir, S.TP., M.Si., mengungkapkan bahwa Buton Utara menjadi salah satu fokus utama Gubernur Sultra karena memiliki potensi besar sebagai sentra perikanan dan pertanian yang strategis bagi perekonomian daerah.

Menurutnya, konektivitas jalan yang belum optimal selama ini menjadi hambatan utama dalam distribusi hasil produksi masyarakat.

“Pak Gubernur memberikan perhatian khusus terhadap Kabupaten Buton Utara. Daerah ini merupakan sentra produksi perikanan dan pertanian yang sangat strategis, namun infrastruktur jalannya masih membutuhkan peningkatan agar distribusi barang dan hasil produksi masyarakat bisa berjalan lebih lancar,” kata Andi Sahrir.

Ia menjelaskan, sejak tahun 2025 lalu Pemprov Sultra telah mulai melakukan perbaikan sejumlah ruas jalan di Buton Utara. Tiga ruas jalan yang diperbaiki meliputi Lambale–Ereke, Simpang Tiga Bubu–Rompa, dan Rompa–Ereke dengan total panjang sekitar 16 kilometer.

Untuk tahun 2026, ruas Lambale–Ereke kembali menjadi prioritas dengan tambahan penanganan sepanjang lima kilometer yang saat ini sedang memasuki tahap persiapan lelang.

Sementara itu, perhatian khusus juga diberikan terhadap ruas jalan Pangkowulu di Kecamatan Kambowa yang belakangan menjadi sorotan masyarakat akibat kerusakan parah, terutama pada titik tanjakan yang dinilai membahayakan pengguna jalan.

Andi mengakui kondisi tanjakan Pangkowulu memang menjadi titik paling kritis dan mendesak untuk segera ditangani. Karena itu, Pemprov Sultra akan melakukan perbaikan darurat sepanjang 150 meter menggunakan anggaran APBD.

“Titik tanjakan Pangkowulu yang paling rawan akan segera diperbaiki melalui anggaran pemeliharaan APBD. Panjangnya sekitar 150 meter agar kondisi jalan tidak semakin membahayakan masyarakat,” ujarnya.

Selain penanganan darurat tersebut, Pemprov Sultra juga tengah mengusulkan pembangunan lima kilometer ruas Pangkowulu melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah. Saat ini dokumen pengusulan masih dalam tahap penyusunan oleh instansi teknis terkait.

Menurut Andi, langkah ini merupakan bukti bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam terhadap berbagai persoalan infrastruktur yang selama bertahun-tahun dikeluhkan masyarakat.

Ia bahkan menepis anggapan bahwa sejumlah ruas jalan di Sultra terus diabaikan selama puluhan tahun. Justru menurutnya, pada masa kepemimpinan Gubernur Andi Sumangerukka dan Wakil Gubernur Hugua, sejumlah ruas jalan yang lama terbengkalai mulai mendapatkan perhatian serius.

“Ruas-ruas jalan yang puluhan tahun tidak tersentuh justru mulai kita tangani pada masa kepemimpinan Pak Andi Sumangerukka dan Pak Hugua. Jalan Lalembu Konawe Selatan sudah masuk tahap penanganan, Pangkowulu juga sedang diproses, termasuk beberapa ruas di Buton Utara yang sebelumnya ramai dikeluhkan masyarakat,” jelasnya.

Pemprov Sultra berharap pembangunan infrastruktur jalan tersebut tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan akses distribusi hasil pertanian, perikanan, dan aktivitas perdagangan masyarakat.

 

Laporan : Jems

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *