Antisipasi Gangguan Keamanan, Senapati Land Kendari Perkuat Pengamanan Kawasan 24 Jam 

Berita83 Dilihat

Antisipasi Gangguan Keamanan, Senapati Land Kendari Perkuat Pengamanan Kawasan 24 Jam 

KENDARI, Kompassultra.com – Kekhawatiran terhadap keamanan lingkungan menjadi perhatian sebagian warga di tengah dinamika kriminalitas yang terjadi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Situasi tersebut membuat pengelola kawasan Komplek Senapati Land Kendari. perlu memastikan sistem pengamanan tidak hanya mengandalkan kewaspadaan warga, tetapi juga memiliki mekanisme yang terukur.

Hal itu pula yang diterapkan Manajemen Senapati Land Kendari.

Kawasan yang telah dikelola sejak 2008 tersebut mempertahankan sistem pengamanan satu pintu atau one gate system. Akses utama kawasan dibatasi pada waktu tertentu, terutama ketika aktivitas warga mulai berkurang dan situasi memasuki jam rawan.

Setiap hari, akses utama diberlakukan penutupan mulai pukul 00.00 hingga 06.00 WITA.

Kebijakan tersebut dimaksudkan untuk membatasi keluar-masuk kendaraan maupun orang yang tidak berkepentingan pada tengah malam hingga dini hari.

Namun, sistem keamanan yang diterapkan pengelola tidak berhenti pada pembatasan akses.

Senapati Land juga menempatkan personel satuan pengamanan yang berjaga selama 24 jam. Keberadaan petugas tersebut menjadi bagian penting dalam pengawasan kawasan, sekaligus memastikan setiap aktivitas yang dianggap tidak wajar dapat segera ditindaklanjuti.

Perwakilan pengelola Senapati Land Kendari, Tirta Fernandy, mengatakan sistem keamanan tersebut merupakan bagian dari komitmen pengelola untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan tertib bagi penghuni.

“Kami berupaya semaksimal mungkin untuk menciptakan kondisi yang aman, nyaman, dan tertib. Pengawasan melalui satpam dan sistem one gate system adalah bentuk tanggung jawab kami kepada warga,” ujar Tirta, Kamis (1/10/2026).

Menurutnya, pengamanan kawasan telah menjadi perhatian sejak awal kompleks tersebut dikelola.

Selama bertahun-tahun, pola pengamanan terus disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan warga. Artinya, sistem tersebut tidak bersifat kaku, tetapi dapat diperkuat apabila terdapat situasi tertentu yang membutuhkan pengawasan lebih ketat.

Pengalaman selama pandemi menjadi salah satu contoh.

Pada periode tersebut, manajemen mengambil kebijakan untuk melakukan pembatasan akses lebih awal sebagai bagian dari penyesuaian terhadap kebijakan dan imbauan pemerintah.

Pola serupa juga dapat diterapkan ketika kondisi keamanan lingkungan membutuhkan langkah antisipasi tambahan.

Bagi pengelola, pembatasan akses pada jam tertentu bukan berarti membatasi aktivitas warga secara berlebihan. Sebaliknya, kebijakan tersebut ditujukan untuk memastikan lingkungan tetap terkendali ketika sebagian besar penghuni telah beristirahat.

Di sisi lain, keberadaan satpam selama 24 jam menjadi lapisan pengamanan yang memungkinkan kawasan tetap dipantau sepanjang waktu.

Petugas tidak hanya bertugas menjaga pintu masuk, tetapi juga menjadi bagian dari pengawasan terhadap aktivitas di lingkungan kompleks.

Langkah tersebut menjadi semakin relevan ketika keamanan Komplek sinapati lend Kendari menjadi perhatian masyarakat perkotaan.

Kawasan hunian tidak cukup hanya memiliki fasilitas yang baik. Faktor keamanan juga menjadi bagian dari kenyamanan penghuni dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Senapati Land sendiri memilih mempertahankan pola pengamanan tersebut sejak 2008 dengan melakukan evaluasi secara berkala.

Tirta mengatakan pihak manajemen akan terus melakukan pembenahan apabila ditemukan kebutuhan baru dalam sistem pengamanan kawasan.

“Kami akan terus mengevaluasi dan meningkatkan mutu pelayanan pengamanan. Kondisi lingkungan terus berubah, sehingga sistem keamanan juga harus mampu menyesuaikan,” katanya.

Dengan kombinasi one gate system, pembatasan akses pada jam rawan dan keberadaan petugas keamanan selama 24 jam, pengelola berharap lingkungan Senapati Land tetap menjadi kawasan yang tertib dan nyaman bagi para penghuninya.

Pada akhirnya, keamanan kawasan bukan hanya tanggung jawab pengelola maupun petugas keamanan. Warga juga memiliki peran penting dengan mengenali lingkungan sekitar, menjaga komunikasi antarwarga serta segera melaporkan aktivitas yang mencurigakan.

Sistem keamanan yang kuat, dengan demikian, tidak hanya dibangun melalui pagar dan pintu gerbang, tetapi juga melalui kedisiplinan, pengawasan dan kepedulian bersama

Oleh karena itu Pengelolaan dan keberadaan portal keamanan di kawasan kompleks akan terus disesuaikan seiring dengan perkembangan kawasan. Langkah ini diambil untuk memastikan sistem keamanan yang diterapkan tetap relevan, efisien, serta mendukung kenyamanan para penghuni dan pelaku usaha.

Selain sebagai langkah antisipasi keamanan lingkungan, peningkatkan sistem keamanan ini juga ditujukan untuk menciptakan iklim kondusif bagi para investor. Keamanan yang terjamin di dalam kompleks dinilai menjadi salah satu faktor kunci dalam mendukung keberlangsungan serta pertumbuhan investasi di kawasan tersebut.

Pihak pengelola berkomitmen untuk terus mengevaluasi kebijakan serta sarana keamanan secara berkala agar dapat menyelaraskan kebutuhan warga dengan perkembangan kawasan yang semakin dinamis.

 

Laporan: Jems

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *