Sidak SPBU Puuwatu, Wawali Kendari Bongkar Pengantri Pertalite Pakai Barcode Kendaraan Lain

Berita, Daerah24 Dilihat

Sidak SPBU Puuwatu, Wawali Kendari Bongkar Pengantri Pertalite Pakai Barcode Kendaraan Lain

KENDARI, Kompassultra.com — Pemerintah Kota Kendari kembali memperketat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Dalam sidak di SPBU Puuwatu, Rabu (7/10/2026), Wakil Wali Kota Kendari Sudirman menemukan seorang pengantri Pertalite yang menggunakan barcode kendaraan lain.

Sidak tersebut dilakukan Sudirman bersama Kepala Dinas Perdagangan, Kasatpol PP, Kasat Lantas, serta Tim Bapenda Kota Kendari. Pemeriksaan menyasar kendaraan yang sedang mengantre untuk mendapatkan BBM bersubsidi.

Sudirman meminta pengantri tersebut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pemkot Kendari juga akan menelusuri kendaraan yang barcode-nya digunakan, termasuk memastikan pemilik kendaraan mengetahui penggunaan barcode tersebut.

“Kita akan amankan di kantor dulu, sambil kita mau cari mobilnya siapa yang dia mau pakai. Jangan sampai mobil yang dia pakai itu memang tidak tahu kalau dipakai barcode-nya,” kata Sudirman.

Menurut Sudirman, penggunaan barcode kendaraan lain menjadi salah satu temuan dalam pengawasan distribusi BBM bersubsidi. Ia menyebut kasus serupa sebelumnya ditemukan saat sidak di SPBU Anggoeya, dengan lima temuan terkait penggunaan barcode.

“Kemarin ada lima kita dapat temuan, dan ini kita akan terus lakukan. Mudah-mudahan ini tidak terjadi lagi, dan ini setiap hari akan kita lakukan,” tegasnya.

Sudirman juga menduga adanya pihak tertentu di lingkungan SPBU yang memberikan jaminan kepada pengantri sehingga berani menggunakan barcode yang tidak sesuai dengan kendaraan. Namun, dugaan tersebut masih akan ditelusuri melalui pemeriksaan lebih lanjut.

Selain memeriksa penggunaan barcode, sidak juga melibatkan kepolisian dan Bapenda Kota Kendari. Sejumlah kendaraan yang tidak dilengkapi surat-surat ditindak melalui penilangan, sementara Tim Bapenda memeriksa kendaraan yang memiliki tunggakan pajak.

Sudirman memastikan pengawasan akan dilakukan secara berkelanjutan di sejumlah SPBU di Kota Kendari. Lokasi sidak berikutnya juga tidak akan diumumkan terlebih dahulu.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi berjalan tertib, tepat sasaran, serta mencegah penggunaan barcode kendaraan lain yang berpotensi mengganggu distribusi BBM bersubsidi.

 

Laporan: Jems

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *