MENJAGA EKOSISTEM LAUT KONAWE UTARA, PT KNN TANAM 650 MODULAR BETON UNTUK REHABILITASI TERUMBU KARANG

Berita24 Dilihat

MENJAGA EKOSISTEM LAUT KONAWE UTARA, PT KNN TANAM 650 MODULAR BETON UNTUK REHABILITASI TERUMBU KARANG

KONAWE UTARA, Kompassultra.com — Upaya menjaga dan memulihkan ekosistem pesisir terus dilakukan di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. PT Konawe Nikel Nusantara (PT KNN) melaksanakan kegiatan rehabilitasi ekosistem terumbu karang di perairan Desa Laimeo, Kecamatan Sawa, dengan menempatkan sebanyak 650 unit modular beton sebagai struktur terumbu buatan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya rehabilitasi kawasan terumbu karang yang mengalami penurunan kondisi ekologis. Modular beton yang ditempatkan di dasar perairan tidak hanya berfungsi sebagai struktur terumbu buatan, tetapi juga menjadi media transplantasi fragmen karang sekaligus substrat bagi proses pelekatan dan pertumbuhan karang secara alami.

Fragmen karang yang digunakan dalam kegiatan tersebut terutama berasal dari koloni karang bercabang yang sehat dan disesuaikan dengan kondisi lingkungan setempat.

Pelaksanaan rehabilitasi dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari sosialisasi, koordinasi dan orientasi lokasi, survei kondisi dasar perairan, pembuatan dan mobilisasi modular beton, hingga penempatan struktur di dasar perairan.

Setelah struktur ditempatkan, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman fragmen karang, tagging, serta pemasangan pelampung sebagai penanda lokasi rehabilitasi.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan turut melibatkan tenaga teknis dan masyarakat setempat sebagai bagian dari upaya membangun keterlibatan dan kepedulian bersama terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir.

Koordinator Tim Teknis Rehabilitasi Terumbu Karang, Sapri, S.Pi. mengatakan modular beton yang digunakan disusun sedemikian rupa menyerupai rumah ikan. Struktur tersebut memiliki fungsi sebagai habitat dan tempat berlindung bagi ikan serta biota laut lainnya, sekaligus menjadi media transplantasi fragmen karang.

“Struktur ini tidak hanya berfungsi sebagai habitat dan tempat berlindung bagi ikan serta biota laut lainnya, tetapi juga dimanfaatkan sebagai media transplantasi fragmen karang sekaligus substrat tempat terjadinya pelekatan dan pertumbuhan karang secara alami,”Pungkasnya.

Sapri menjelaskan, penempatan modular beton dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dasar perairan di lokasi rehabilitasi.

Menurutnya, penyesuaian tersebut penting untuk memastikan struktur berada pada area yang sesuai dan stabil serta dapat mendukung proses pertumbuhan dan perkembangan ekosistem terumbu karang.

“Dalam penempatannya, modular beton disesuaikan dengan kondisi dasar perairan di lokasi rehabilitasi. Penyesuaian ini penting untuk memastikan struktur dapat ditempatkan pada area yang sesuai, stabil, serta mendukung proses pertumbuhan dan perkembangan ekosistem terumbu karang,”ujarnya.

Selain aspek teknis, keterlibatan masyarakat menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan. Sosialisasi dilakukan untuk membangun pemahaman dan mendorong kepedulian masyarakat terhadap keberadaan kawasan rehabilitasi.

“Kami turut memberdayakan masyarakat setempat dalam tahapan pelaksanaan kegiatan, sehingga diharapkan masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dapat berperan dalam menjaga dan mengawasi keberlanjutan kawasan rehabilitasi terumbu karang ini,”ujar Sapri.

Rehabilitasi tersebut diharapkan dapat mendukung pemulihan dan peningkatan fungsi ekologis ekosistem terumbu karang di lokasi kegiatan.

Keberadaan modular beton sebagai terumbu buatan diharapkan menyediakan media dan habitat baru bagi pertumbuhan karang serta berbagai jenis ikan dan biota laut lainnya.

Terumbu karang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan.

Ekosistem ini menjadi habitat dan tempat mencari makan bagi berbagai biota laut, mendukung aktivitas perikanan masyarakat pesisir, serta memiliki fungsi ekologis dalam membantu melindungi wilayah pesisir dari pengaruh gelombang.

Melalui kegiatan rehabilitasi tersebut, manfaat yang diharapkan tidak hanya berkaitan dengan pemulihan ekosistem. Kawasan terumbu karang yang berkembang dengan baik juga diharapkan dapat mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan, menjaga keanekaragaman hayati, membuka potensi wisata bahari, serta membantu melindungi wilayah pesisir dari tekanan gelombang dan abrasi.

PT KNN berharap kawasan rehabilitasi terumbu karang di perairan Desa Laimeo dapat dijaga secara bersama-sama.

Untuk diketahui, Keberhasilan rehabilitasi membutuhkan komitmen dan partisipasi berbagai pihak agar kawasan yang telah direhabilitasi dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

 

Laporan: Jems

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *