KONSEL, kompassultra.com – Kondisi memprihatinkan ruas jalan penghubung Desa Wawobende–Asaria menuju Puskesmas dan Kantor Camat Sabulakoa, Kabupaten Konawe Selatan, kembali memantik kemarahan publik. Jalan sepanjang kurang lebih 10 kilometer itu disebut rusak parah selama bertahun-tahun tanpa penanganan serius dari pemerintah daerah. Kamis (28/5/2026)
Ketua BEM FISIP UM Kendari, Galbi Fathul Al-Qabri, secara terbuka melontarkan kritik keras kepada Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Irham Kalenggo. Ia menilai Pemda terkesan membiarkan masyarakat Kecamatan Sabulakoa hidup dalam penderitaan akibat akses jalan yang tak layak.
Lubang besar, badan jalan berlumpur saat hujan, hingga kondisi aspal yang hancur disebut menjadi pemandangan sehari-hari yang harus dihadapi warga. Tak sedikit pengendara motor terjatuh, sementara kendaraan roda empat kesulitan melintas, terutama pada malam hari.
“Kami mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah. Jalan ini bukan jalan kebun biasa, tetapi akses vital masyarakat menuju puskesmas dan kantor camat. Kalau ada warga sakit atau ibu hamil yang harus dirujuk cepat, bagaimana nasib mereka?” tegas Galbi.
Keluhan serupa juga datang dari warga sekitar. Mereka mengaku kecewa karena kerusakan jalan seolah tidak pernah menjadi prioritas pembangunan daerah, padahal wilayah Sabulakoa dikenal sebagai salah satu daerah penyuplai hasil pertanian di Konawe Selatan.
“Kasihan warga yang mau berobat atau melahirkan harus susah melewati jalan seperti ini. Kadang harus cari jalur lain yang lebih jauh,” ungkap seorang warga.
Warga berharap pemerintah tidak terus menjadikan keterbatasan anggaran sebagai alasan. Menurut mereka, paling tidak harus ada pemerataan pembangunan dan perbaikan bertahap agar akses masyarakat tidak semakin terisolasi.
Galbi menilai kerusakan jalan tersebut sebenarnya bisa diminimalisir apabila pemerintah rutin melakukan pemeliharaan sebelum kondisi jalan berubah menjadi rusak berat seperti saat ini.
“Kalau memang ada anggaran maintenance, kenapa jalan rusak seperti ini dibiarkan bertahun-tahun? Sabulakoa punya kontribusi besar di sektor pertanian, tetapi justru seperti dianaktirikan,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar janji pembangunan infrastruktur yang digaungkan saat masa kampanye tidak berhenti sebagai slogan politik semata. Menurutnya, masyarakat desa berhak merasakan pembangunan yang adil dan merata.
“Besar harapan kami kepada Bupati Irham Kalenggo agar tidak hanya menghadirkan janji kampanye, tetapi benar-benar membuktikan pembangunan sampai ke pelosok desa,” tambahnya.
Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Jalan, pemerintah memiliki tanggung jawab dalam penyelenggaraan jalan guna menjamin keselamatan, kenyamanan, serta kelancaran mobilitas masyarakat. Namun hingga kini, warga Wawobende–Asaria masih harus berjibaku dengan jalan rusak yang disebut-sebut telah lama dibiarkan tanpa kepastian perbaikan.
Laporan: jems






